Tanaman Kebun Raya Purwodadi

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang

Observasi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh saintis untuk memperoleh data dan gambaran lapangan. Observasi ada dua macam yakni observasi partisipan dna non partisipan. Observasi partisipan yakni peneliti terlibat dalam objek pengamatan, sedangkan observasi non partisipan merupakan peneliti tidak terlibat secara langsung, hanya sekedar pengamatan dan pencatatan pengamatan. Salah satu kegiatan observasi non partisipan adalah kegiatan pengamatan tanaman – tanaman yang terdapat di Kebun Raya Purwodadi – Pasuruan, Jawa Timur. Observasi ini dilakukan dalam rangka berproses dalam membentuk jiwa saintis, peduli terhadap tanaman, lebih memperkaya memori dalam menghafal jenis – jenis tanaman dan refresing otak.

Kebun Raya Purwodadi merupakan Kebun botani (atau taman botani) atau suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi exsitu (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Arboretum adaalh semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan. Sehingga sangat cocok dalam menambah wawasan keilmuwan kita dalam keanekaragaman tanaman.

Surat Al An’aam (95)

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?”

Surat An Nahl (11)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Jelaslah kebasaran Allah swt. dalam dunia ini yang menumbuhkan berbagai macam tanaman – tanaman sehingga makhluknya wajib mengetahui agar makhluknya menjadi Ulul Albab. Sehingga, dengan observasi ke Kebun Raya Purwodadi setidaknya dapat memberikan wawasan baru dalam botani dan menambah koleksi keilmuan manusia.

 

 

 

 

 

1.2.  Tujuan

Tujuan dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Untuk mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Untuk mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Untuk mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Untuk memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Untuk Refresing dan peremajaan mata

1.3.  Manfaat

Manfaat dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Dapat mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Dapat mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Dapat  mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Dapat memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Dapat meRefresing dan peremajaan mata

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Herbarium

Herbarium adalah kumpulan tumbuhan kering yang dipress dan ditempelkan pada lembaran kertas, biasanya kertas manila yang menghasilkan suatu label dan data yang terinci dan disimpan dalam rak-rak atau lemari besi dalam urutan menurut aturan dimana herbarium itu disimpan.

Herbarium sangat penting untuk digunakan dalam pekerjaan taksonomi dan terdiri dari koleksi basah atau koleksi kering yang tidak dipres. Tiap-tiap specimen digunakan untuk mengidentifikasi specimen-spesimen yang baru yang tidak diketahui namanya, yaitu dengan cara membandingkannya antara tumbuhan yang ingin diketahui namanya dengan spesimen sudah diketahui namanya.

Cara Pembuatan Herbarium

  1. Herbarium Basah
    1. Dibersihkan tanaman
    2. Disediakan botol dan tutup
    3. Alcohol 70%
    4. Ditutup rapat dan diberi label
    5. Setiap larutan keruh diganti
    6. Data harus tercatat misal wrna bunga, bau, getah
    7. Herbarium Kering
      1. Disediakan bahan
      2. Tanaman dibungkus kertas Koran disiram alcohol kemudian dimasukkan ke plastic hitam kemudian ditutup dan di lak ban
      3. Dibuka untuk pengeringan
      4. Diletakkan tanaman di bingkai yang terdiri dari tingkatan bahan mulai dari pertama bamboo kemudian seng, Koran lalu tanaman
      5. Diikat dengan sabuk kayu
      6. Dijemur berdiri di bawah matahari
      7. Disiapkan kertas manila dan di pindah
      8. Diberi Label

BAB III

Metode Observasi

 

3.1.  Waktu dan Tempat

Observasi dilakukan pada hari Minggu, 1 April 2012, jam 08.00 WIB – 12.00 WIB. Observasi dilaksanakan di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur.

3.2.  Alat dan Bahan

  1. Penggaris
  2. Kamera Digital/ HP
  3. Peralatan Tulis
  4. Familia Tanaman Kebun Raya Purwodadi

3.3.  Metode Observasi

Metode observasi menggunakan dalam observasi

  1. Observasi non partisipan
  2. wawancara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1 Tentang Kebun Raya Purwodadi

Kebun Raya Purwodadi terletak di Jalan Raya antara Surabaya-Malang tepatnya di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kawasan konservasi ini menempati lahan seluas 85 hektar. Kebun raya ini Didirikan atas prakarsa Dr. L.G.M. Baas Becking pada 30 Januari 1941.

Kebun Raya Purwodadi sedikitnya memiliki 2.344 spesimen anggrek, 30 jenis bambu, 150 jenis polong-polongan, 117 jenis palem-paleman, 60 jenis paku-pakuan, dan banyak lagi yang lainnya.

Gambar KEBUN RAYA PURWODADI

Untuk menuju lokasi Kebun Raya Purwodadi dapat ditempuh ± 65 KM dari Surabaya ke arah Malang, atau ± 24 KM dari Malang ke arah Surabaya, atau ± 30 KM dari Pasuruan. Waktu buka adalah Buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB s/d 16.00 WIB.

Sejarah Kebun Raya Purwodadi

Didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking. Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar per-kebunraya-an yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalab Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor). Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana (Kebun Raya Bogor), Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana Teknis yang bernaung dibawah dan bertanggung jawab kepada Deputi Ketua LIPI Bidang IPA. Yang pembinan sehari-hari dilakukan oleh Kepala Pusaat Penelitian dan Pengembangan (Pulitbang Biologi). Pengelolahan seluruh Kebun Raya ini berada dibawah tanggung jawab LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia).

Lokasi Kebun Raya ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak dari kota Malang adalah 24 km ke arah utara, dan dari kota Pasuruan 30 km ke arah barat daya dan dari kota Surabaya 65 km ke arah selatan. Luas Kebun Raya Purwodadi sakitar 85 ha, pada ketinggian 300m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata–rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22º – 32º C

Konsolidasi Kebun Raya Purwodadi

Visi

Menjadi Kebun Raya terbaik kelas dunia, terutama dalam bidang konservasi tumbuhan dataran rendah, penelitian dan pelayanan  dalam aspek botani, pendidikan lingkungan, hortikultura, lansekap dan pariwisata

 

Misi

Melestarikan, mendayagunakan dan mengembangkan potensi tumbuhan melalui kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebun raya, tumbuhan dan lingkungan dalam upaya pemanfaatan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tujuan

  1. Meningkatkan pengelolaan koleksi dan data ilmiah perkebunrayaan
  2. Meningkatkan upaya konservasi tumbuhan langka,endemic,bernilai ekonomi dan bernilai ilmu pengetahuan
  3. Meningkatkan penelitian dan pengembangan di bidang botani, konservasi, dan hortikultura dalam rangka konservasi dan pendayagunaan tumbuhan

Tugas dan Fungsi Kebun Raya Purwodadi

Tugas utama adalah melakukan inventarisasi, eksplorasi dun konservasi tumbuh-tumbuhan dataran rendah kering yang mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Fungsi Kebun Raya Purwodadi :

  1. Melakukan inventarisasi, eksplorasi dan konservasi tumbuh-tumbuhan yang
  2. mernpunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi, langka dan endemik. Terutama untuk flora Indonesia dari dataran rendah kering.
  3. Menyediakan fasilitas penelitian, pendidikan dan pemanduan, khususnya di bidang botani.
  4. Menyediakan fasilitas rekreasi di alam terbuka.

 

Lokasi Kebun Raya Purwodadi

Terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak tempuh dari Malang adalah 24 Km ke arah Utara, dari Pasuruan 30 Km ke arah Barat Daya, dan dari Surabaya 65 Km ke arah Selatan.

Luas Kebun Raya Purwodadi sekitar 85 ha, pada ketinggian 300 m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata-rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22° – 32°C.

Gambar Denah Kebun Raya Purwodadi

Jalur Transportasi Transportasi menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI sangat mudah dan lancar, karena terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jalan Darat Terdapat 2 terminal sebagai alternatif tempat pemberangkatan menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI. Untuk area Malang dan sekitarnya, tersedia teminal bus Arjosari. Sedangkan untuk daerah Surabaya terdapat terminal Bungurasih. Kebun Raya Purwodadi – LIPI dilewati oleh jalur bus Surabaya-Malang dan angkutan antar kota Malang-Pasuruan atau Malang-Pandaan selama 24 jam.

Jalur Udara Ada 2 alternatif bandara untuk menuju Kebun Raya Purwodadi. 1. Bandar udara (Bandara) di Malang, Abdurrahman Saleh, hanya melayani penerbangan domestik. 2. Bandar Udara (Bandara) di Surabaya, Juanda, melayani penerbangan domestik dan internasional. Transportasi dari dan menuju Bandara tersedia baik taksi, travel maupun bus.

Kereta Api Perjalanan dengan Kereta Api, terdapat stasiun perberangkatan dan sekaligus pemberhentian yang paling dekat dengan Kebun Raya Purwodadi, yaitu, Stasiun Lawang. Untuk kereta kelas Bisnis dan Eksekutif hanya melayani jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, sedangkan untuk kelas Ekonomi melayani semua jurusan kota-kota di Jawa Timur. Bagi pengunjung dari luar Jawa Timur, bisa menggunakan stasiun Malang Kota Baru ataupun stasiun Gubeng dan Semut di Surabaya sebagai tempat pemberhentian maupun pemberangkatan.

Unit – Unit Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Pelayanan dan reservasi online :

Tim Unit Jasa dan Informasi

  1. 2.      Kios Botani :

Tim Reintroduksi dan pengembangan

  1. 3.      Penelitian :

Tim Peneliti dan konservasi ex-situ

  1. 4.      Arsip:

Tim Unit Umum

 

Koleksi – Koleksi Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Koleksi Anggrek

Ditempatkan di rumah kaca yang kondisinya disesuaikan dengan habitat alaminya. Ada sekitar 2.344 spesimen anggrek alam yang terdiri atas 319 jenis, 69 marga, dan 277 masih sp.. Sekitar 7 jenis merupakan anggrek endemik Jawa Timur seperti Appendicula imbricata, Dendrobium arcuatum, Paphiopedilum glaucophyllum (anggrek selop), dan lain-lain.

Gambar Anggrek Koleksi Kebun Raya

  1. 2.      Koleksi Paku-Pakuan

Koleksi ini ditata di bawah pepohonan besar dan rindang, karena tumbuhan ini membutuhkan tempat rindang dan lembab. Koleksinya mencapai 60 jenis, 36 marga dan 21 suku. Diataranya Paku Sarang Burung (Asplenium nidus), Suplir (Adiantum trapeziforme), Paku Hata (Lygodium circinnatum), dan Paku Tanduk Rusa/ Simbar Menjangan (Platycerium coronarium).

  1. 3.      Koleksi Polong – Polongan

Digolongkan menjadi 3 suku yaitu Mimosaceae, Caesalpiniaceae, dan Papilionaceae. Ada 157 jenis dari 70 marga yang termasuk dalam suku-suku tersebut. Berbagai jenis polong-polongan dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti jenis-jenis dari marga Amherstia, Brownea, Cassia, Senna, dan Saraca.

  1. 4.      Koleksi Pisang

Koleksi pisang di Kebun Raya Purwodadi terdapat sekitar 316 spesimen, 114 kultivar dari 4 jenis induk silangan. Diantara koleksinya adalah Musa acuminata, M. balbisiana (Pisang Klutuk Wulung/Pisang Hitam) yang merupakan jenis liar yang berperan sebagai induk silangan pisang-pisang kultivar di Indonesia.Salah satu pisang kultivar kebanggaan Kebun Raya Purwodadi adalah Pisang Kates.

 

  1. 5.      Koleksi Tanaman Taman

Koleksi tanaman taman Kebun Raya Purwodadi terdiri dari beberapa tanaman hias diantaranya adalah palem, bougenvile, kaktus, dan tanaman hias lain yang ditata secara cantik menjadi sebuah taman yang akan membuat anda betah menikmati keanggunan dan keindahanya. Saat pertaman memasuki wilayah kebun, anda akan disuguhi sebuah taman palm yang cantik diatas karpet hijau rumput cantik.

 

 

Gambar Taman Bugenvill

  1. 6.      Koleksi Bambu

Sekitar 30 jenis bambu telah dikoleksi Kebun Raya Purwodadi, 16 jenis berasal dari Jawa, 2 jenis dari Maluku, 2 jenis dari Sulawesi, dan 10 jenis dari beberapa negara Asia (Cina, Jepang, Thailand, India, dan Birma). Beberapa dari koleksi adalah bambu yang bisa dimanfaatkan untuk industri dan ada pula yang rebungnya dimakan.

  1. 7.      Koleksi Tanaman Obat

Terletak di petak XIV G dan V A, ditata sedemikian rupa hingga berfungsi sebagai taman yang menarik untuk dinikmati. Diantara koleksinya adalah Pace (Morinda citrifolia), buahnya untuk obat batuk dan tekanan darah tinggi, Daun ungu (Graptophyllum pictum), daunnya untuk obat ambeien.

 

 

 

 

Gambar Centela asiantica

4. 2 Koleksi Tanaman di Kebun Raya Purwodadi

Pereskia grandifloria Haw.

Sistematika Takson Pereskia grandiflora Haw.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo  Caryophyllales
Familia  Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus  Pereskia
Spesies  Pereskia grandiflora Haw.(Cakmus, 2008)

 

Nama Lokal

Kaktus mawar ( Indonesia), Rose cactus ( Inggris)

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini berhabitat di daerah kering. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Cactaceae yang primitif. Tanaman ini termasuk perdu dengan ketinggian 5-10 meter, termasuk primitif karena tidak memiliki daun sementara seperti pada kaktus semi modern. Kaktus ini memiliki batang berduri, daun berdaging dan bunga terletak di terminal atau ujung batang. Kaktus ini memilki akar tunggang, batangnya berkayu berdaging tebal, berlendir dan dilapisi lapisan lilin.

Menurut Dasuki (1991), suku Cactaceae ( kaktus-kaktusan) berperawakan herba atau berkayu yang sukulen, dengan duri, rambut atau keduanya berda pada aerolum ( cabang pendek yang termodifikasi, dengan daun-daun kuncup berubah menjadi duri). Daun berdaging atau terseduksi. Bunga tunggal pada aerolum, biseksual, aktinomorf atau zigomorf, tepal banyak tersusun spiral, bersatu di bawah membentuk tabung periantium atau hipantium. Stamen banyak, ginaesium dengan ovarium inferus, memilki 3 atau lebih karpel, 1 ruang dan banyak ovul. Buah baka, sering berduri atau berambut dengan biji tanpa endosperm.

Menurut Steenis ( 2006), bangsa Cactus merupakan tumbuh-tumbuhan succulent, jarang dengan daun berupa helaian, kebanyakan dengan batang yang berusuk dan berdaging. Sendi daun dengan duri tempel dan rambut vilt. Bunga berkelamin dua, kebanyakan dudk diatas sendi daun, beraturan atau sedikit zigomorph dengan poros bunga yang berbentuk tabung panjang. Daun mahkota atau kelopak 8 sampai lebih, kerapkali tidak dapat dibedakan dengan jelas satu terhadap yang lain ( suatu tenda bunga). Benang sari banyak. Bakal buah tenggelam, beruang satu atau beruang banyak tidak sempurna. Bakal biji banyak, tangkai putik satu, buah buni banyak.

Lidah Mertua ( Sansevieria trifasciata Prain.)

Sistematika Sansevieria trifasciata Prain.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo  Liliales
Familia  Agavaceae
Genus  Sansevieria
Spesies  Sansevieria trifasciata Prain.

 

Nama Lokal

Lidah mertua( Indonesia), Sansevieria ( Indonesia), Sansevieria ( Inggris), snake plant( Inggris), mother-in-law´s tongue ( Inggris) Lidah jin ( Melayu).

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini biasanya berhabitat di tanah yang kering dan kadang berbatu. Tanaman lidah mertua ini merupakan tanaman herba, batangnya berbuku-buku, memiliki rizome atau batang yang berada di dalam tanah. Daunnya bukan daun yang sempurna hanya memiliki pelepah dan helaian.  Tanaman ini memiliki akar serabut, perbungaaannya di terminal atau di ujung batang, berbunga banci atau hermaphrodit.

Menurut Dasuki (1991), suku Agavaceae yang didalamnya termasuk lidah mertua ( Sensevieria trifasciata Prain.)  adalah perdu atau phon kecil yang bisa bercabang, herba pendek yang keluar dari rizoma pendek. Daun Tunggal, tersebar, sesil, cenderung berkumpul padat di ujung cabang atau batang atau dekat permukaan tanah pada batang pendek, perennial, umumnya menebal sukulen yang keras. Urat daun sejajar tetapi sering kabur. Bunga dalam rasemus, panikula atau kapitulum yang padat, biseksual kadang-kadang uniseksual, trimer, tepal 6 dalam 2 lingkaran, petaloid tebal dan berdaging, lepas atau bersatu membentuk tabung. Stamen 6, filament lepas, melekat pada dasar tepal atau tabung periantium. Ginaesium 3 karpel membentuk 1 ovarium superus atu inferus, 3 ruang dengan plasenta aksilaris. Kelenjar nectar umumnya ada. Buah kapsula atau baka. Biji dengan endosperm mengandung hemiselulosa, minyak dan protein sebagai cadangan makanan, kadang-kadang ada perisperm sekitar endosperm.

Menurut Steenis (2006), Sensevieria trifasciata adalah tanaman herba dengan rimpang horizontal, merah kuning ; 0,4-1,8 m tingginya. Daun 2-6 pertanaman, bentuk baris, kearah pangkal menyempit dan bentuk talang, dengan ujung runcing, 5-175 kali 4-9 cm. Tandan bunga bertangkai panjang, pada ujung akar rimpang, panjang 40-85 cm. Berkas bunga : berbunga 5-10 dalam ketiak daun pelindung berupa selaput kering. Tangkai anak bunga beruas, 6-8 mm. Tabung tenda bunga sempit, panjang lk 1 cm; taju 6, bentuk garis, melengkung kembali. Benangsari 6, menacap pada bagian tabung sebelah atas. Tangkai putik dengan kepala putik membulat dan rata. Bakal buah bentuk telur memanjang, 1 biji tiap ruang. Buah buni berbiji 1-3 tinggi lk 8 mm,bulat peluru atau terdiri dari 2 buah, yang berbentuk bola memnajang dan menggantung bersama- bersama pada pangkal.

Tanaman ini berfungsi sebagai hiasan yang bisa diletakkan di depan rumah, dalam rumah maupun di taman.

Bunga Soka ( Ixora coccinea L.)

 

Sistematika Ixora coccinea L.

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Rubiales

Familia   Rubiaceae

Genus  Ixora
Spesies  Ixora coccinea L.

Nama Lokal

Indonesia ( Soka ), Inggris ( Burning Love, Jungle flame ), Pilipina ( Santan )

Sumatera               :  Kembang santen merah (Melayu)

Jawa                       :  Soka beureum (Sunda) Soka (Jawa)

Maluku                   :  Saya mami (Temate)

Nama dagang        : Soka

Deskripsi        :

Habitus       :  Perdu, tinggi 1-4 m.

Batang        :  Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor.

Daun          :  Tunggal, seling berhadapan, lonjong, pangkal meruncing, tepi rata,  ujung runcing, pertulangan menyirip, panjang 3-7 cm, lebar 3-5 cm,  hijau.

Bunga        :  Majemuk, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari empat,  panjang 0,5 cm, kepala sari melekat pada mahkota, merah.

Buah           :Buni, lonjong, merah.

Biji               :  Pipih, lonjong, putih.

Akar            :  Tunggang, coklat.

Manfaat

Kulit batang dan akar Ixora coccinea berkhasiat sebagai obat luka baru Untuk obat luka baru dipakai ± 5 gram kulit batang atau akar kering Ixora coccinea, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditambah 1/4 gelas air matang kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.Tanaman ini memilki kandungan kimia seperti kulit batang dan daun Ixora coccinea mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

 

 

Sawo Kecik (Manilkara kauki)

                                                                        

Sistematika Manilkara kauki   

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis  Magnoliopsida
Ordo  Ebenales
Familia  Sapotacea
Genus     Manilkara

Spesies Manilkara kauki   

 

Nama Lokal

Sawo Kecik disebut juga sebagai Sawo Jawa. Sedangkan dalam bahasa Inggris, tanaman yang mulai langka ini disebut sebagai Caqui dan Manilkara. Di beberapa negara lain disebut Khirni (India), dan Lámút Sida atau Lámút Thai (Thailand). Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin) Sawo Kecik disebut sebagai Manilkara kauki yang bersinonim dengan Mimusops kauki, dan Manilkara kaukii.

 

Habitus

Pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki) berukuran sedang dengan tinggi mencapai 25 m. Diameter (garis tengah) batang pohon Sawo Kecik mampu mampu mencapai 100 cm.

Habitat dan Persebaran

Sawo Kecik (Manilkara kauki) diperkirakan berasal dari India dan tersebar serta banyak dibudidayakan di kawasan Asia Tropis dan Amerika Tropis. Di Indonesia, Sawo Kecik meskipun sudah mulai langka karena mulai jarang yang membudidayakan namun masih dapat ditemui di seluruh Indonesia kecuali Kalimantan.

Sawo kecik tumbuh subur di daerah pesisir (pantai) yang beriklim kering hingga daerah berketinggian sekitar 500 meter dpl. Pohon langka ini sering ditanam sebagai pohon peneduh, pohon buah (untuk dikonsumsi buahnya), dan sebagai pohon ornament yang bias ditanam di dekat kuil atau istana.

Deskripsi

Sawo Kecik (Manilkara kauki) sering disebut juga Sawo Jawa merupakan tanaman (pohon) penghasil buah dari keluarga sawo-sawoan (Sapotaceae) yang kini mulai langka dan jarang ditemukan di Indonesia. Sawo Kecik yang menurut filosofi jawa sering diidentikkan dengan ‘sarwo becik’ (serba baik), Tanaman yqng dapat menghasilkan buah.

Batang         

Batangnya mempunyai kayu yang keras dan kuat sehingga sangat baik untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, bahkan dimanfaatkan sebagai benda-benda seni seperti patung, ukir-ukiran bahkan sebagai peralatan musik seperti badan biola dan rebana.

Daun

                                  

Daun-daun Sawo Kecik mengelompok pada bagian ujung batang. Di permukaan bawah daun Sawo Kecik berwarna keputihan dan halus seperti beludru dengan tangkai daun tidak menebal, panjang kelopak daun 7 mm. Kuncup bunga Sawo Kecik berbentuk bulat telur.

Pengamatan  yang didapatkan yaitu hasil Percabangan tangkai daun brirama, Duduk daunnya Spiral, Tangkai daunnya brbentuk Silindris dengan bentuk lanset atau bahkan bulat telur, Urat daun kedua terletak sejajar rapat.

Bunga

Untuk perbungaan pada sawo kecik termasuk kedalam perbungaan terminal (menggerombol pada bagian ujung), Berumah dua (Dieoseus), merupakan bunga yang sudah sempurna.

 

 

 


Buah

                                    

                                                            ( Cakmus,2008)

Buah Sawo Kecik berbentuk bulat telur atau bulat telur sungsang berukuran kecil dengan panjang berkisar 3.7 cm. Buah Sawo Kecik mempunyai kulit pembungkus yang sangat tipis namun mudah dikelupas. Buah Sawo Kecik, bila mask mempunyai rasa yang manis dan kadang-kadang terasa sedikit agak sepat.

Pemanfaatan Pohon Sawo Kecik

Meskipun Sawo Kecik merupakan pohon penghasil buah, namun tidak hanya buahnya saja yang dapat dimafaatkan. Batang banyak dipergunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, dan karya-karya seni seperti patung, ukiran, bahkan peralatan musik seperti rebana dan badan biola.

Pinanga caesia

                    

                                                           

Sistematika Takson Pinanga caesia Blume

Kingdom   Plantae

Dibvisio Tracheophyta

Classis       Liliopsida

Order    Arecales

Famila   Arecaceae

Genus    Pinanga

Species    Pinanga caesia Blume (Cakmus,2008)

Deskripsi

Tumbuh dikawasan hutan hujan dataran rendah pada ketinggian 50-100 m dpl.Tumbuh tunggal, batang tegak dengan tinggi mencapai 4-30 m, ruas terlihat jelas.Tajuk pelepah berwarna hijau sampai hijau kecoklatan. Biasanya tidak bercabang, daun-daun di ujung batang seperti mahkota. Daun bertangkai ungu kebiruan, susunan helai daun menyirip.Perbungaan tumbuh pada ruas batang di bawah tajuk pelepah, berbentuk tandan, tangkai tandan berwarna merah, warna putih (saat muda), hitam (saat tua) dan berbiji satu. Umumnya mengandung Kristal rafida, mengakumulasikan silica dan berbagai macam polifenol, sangat sering mempunyai sel-sel atau saluran-saluran bertanin dan menghasilkan proantosianin, kadang-kadang menghasilkan alkaloid piridin dan bersaponin, tetapi jarang sianogenik. Akar mikoriza, tanpa rambut akar (Dasuki, 1991: 199).

 

Monstera deliciosa

Sistematika Monstera deliciosa

Kingdom   Plantae (Tumbuhan)
Divisio       Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
clasis   Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo      Arales
Familia    Araceae (suku talas-talasan)
Genus    Monstera
Spesies  Monstera deliciosa ( Cakmus,2008)

Deskripsi

Tanaman ini merupakan tanaman memanjat yang sering tumbuh sangat besar, dengan akar udara, sering juga menjadi epifit.Daun muda umumnya lebih kecil,  setelah dewasa lebih besar dan berlubang.Bunga dalam spatha dengan panjang 45 cm, umumnya putih atau kehijauan.Ukuran daun 25-90 cm kali 15-75 cm dan berbentuk hati. Tulang daun berwarna hijau pucat. Mempunyai spandex ( bulir tegak dan berdaging ) dengan panjang 25 cm kali 3 cm yang merupakan tempat melekatnya buah yang berwarna krem ( putih gading ), yang mempunyai rasa atau aroma seperti pisang dan nanas saat matang. Daun panumpu berbentuk perahu yang mengelilingi spadix.Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat, bercabang sedikit dan dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 1,8 m ( steenis, 2006: 169).

BAB V

PENUTUP

            Berdasarkan pengamatan yang telah praktikan lakukan pada hari Minggu tanggal 01 April 2012 pada pukul 09.00 s/d 12.00 Wib, yang bertempat di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Pengamatan ini ditujukan untuk memenuhi tugas ( Kuliah Kerja Lapangan) untuk mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi ( TTT ). Pada saat pengamatan praktikan dapat mengidentifikasi sebanyak 38 jenis spesies yang termasuk kedalam 15 Familia, yang terurai sebagai berikut:

  1. 1.    Araceae

Pothos.sp, Sphatiphyllum, Aglaonema, Monstera, orania aruensis, Pinanga caesia, Actiorhyis, Rhapidophora

Rutaceae

Limonia accidisima

Sapotaceae

Manilkara kauki ( Sawo kecik )

Rubiaceae

Ixora sp, Ixora Coccinea

Apoceae

Pulmeria alba (Kamboja)

Agaveceae

Sensivierra Arisfosciata

Moraceae

Ficus elastic, Ficus irata, Ficus benjamina, Ficus Binnendijkin, Ficus drupaceae,

Residaceae

Haringtonia asetika ( Pohon Perdamaian )

Santalaceae

Santalum album ( Cendana )

Dari hasil pengamatan kita juga menemukan bebrapa jenis dan prbedaan yang ada pada kaktus yaitu kaktus Entong ( opuntia Sp ), Euporbia laktea ( aktus tak bergetah atau disebut juga kaktus modern ), Opuntia Tomertosa ( Kaktus primitive, tidak adanya duri pada tubuhnya )

Apabila kita simpulkan dari 38 spesies yang tergolong kedalam 15 famili tersebut 90% tergolong kedalam kelompok Magnoliophyta ( Angiosperma ) dan hanya beberapa diantaranya yang msuk kedalam kelas LILIOOPSIDA ( Sensiviera trifosciata ).

5.2 SARAN

            Dari analisis sementara, Pengamatannya sudah Effektife tapi kurag Effisien, Hal ini Dikarenakan waktu yang diberikan untuk pengamatan Hanya sekitar 2 jam saja, Apabila meengingat luas kebun raya purwodadi ±85 hektar, Meskipun kita tidak bisa mengamati secara keseluruhan akan tetapi dengan mengenal saja sudah cukup. Jadi untuk pengamatan selanjutnya diharapkan agar lebih efisien lagi dalam penggunaan waktu yang telah tersedia.

 

 

Daftar Pustaka

 

Alifan, B. 2008. Jenis Pengelompokan Tumbuhan. Malang: Jurnal Ilmiah. Diakses pada tanggal 29 Desember 2010

Anonim.2003. Laporan Bulanan UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi. Pasuruan: UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi.

Athra, Vava. 2001. Nature Watch Trees with a Difference: The Strangler Figs. American: Natural Article

Bakosurtanal.2001.atlas flora fauna Indonesia. Jakarta : garsindo

Bangun,Sarwono,2002. Sehat dengan ramuan tradisional.Khasiat dan manfaat mengkudu. Jakarta: Agro Media Pustaka

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Chi-Chih Wu, dkk. 2002. Calcium crystals in the leaves of some species of Moraceae. Taiwan:   Botanical Bulletin of Academia Sinica, Vol. 38

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung : ITB.

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB

Hidayat, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bamdung: ITB

Konservasi Flora Nusantara. Bogor: UPT Balai Pengembangan Kebun Raya Bogor

Mabberley.1997.The plant book. Germany : Camridge University Press

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Ong hean. 2004. Buah , khasiat makanan dan ubat ubatan . kuala lumpur : taman klang jaya

Radioputro. 1996. Klasifikasi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.

Ronsted. 2008. Reconstructing the phylogeny of figs (Ficus, Moraceae) to reveal the history of the fig pollination mutualism. Balapan: Symbiosis

Steenis,van.2006. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: PT. Pradnya Paramitha

Steens, Van. 2006. Flora. Jakarta: Pradnya Paramita

Sudarnadi, H. 1996. Tumbuhan Monokotil. Editor: Guharja, E. Jakarta: Penebar Swadaya

Sutarna,dkk. 2001. Keanekaragaman Flora Hutan Jobolarangan Gunung Lawu: 2 Spermatophyta. Surakarta: Plants Biodiversity of Jobolarangan Forest Mount Lawu: 2. Spermatophyta

Syukur, Chepy. 2001. Tanaman Obat Anti Kanker. Bogor: Swadaya Cipta

tjitrosoepomo, gembong. 1996. spermatophyta. Yagyakarta: ugmpress

Thomas, vein. 2011. Rutaceae : limonia.hoptree.agathosoma. bael.list. of rutaceae genera.  England.  General book

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksosnomi Tumbuhan [Spermatophyta]. Yogyakarta: UGM

Widjaja, E. 1997.Konservasi jenis-jenis bambu di Indonesia.Prosiding Seminar Nasional.

yanik, Eni. 2009. tanaman herba. Bandung: Gramedia

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s